Sumselterbaru.com – Dosen FISIP UIN Raden Fatah Palembang Kurang dari 2 bulan lagi kita akan sama-sama menyaksikan serta mengikuti pesta demokrasi 5 tahunan di Indonesia yang tepatnya tanggal 14 Februari 2024 bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih akan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin.
Namun persoalan pemilu tidaklah cukup sebatas hari pencoblosan saja, melainkan sebelum pencoblosan dimulai euforia masyarakat dalam menyambut pemilu sangatlah terasa.
Euforia masyarakat yang tinggi dalam menyambut pemilu adalah satu fenomena yang tidak bisa dihindarkan, sebab saat pemilu nantinya dilaksanakan disitulah terletak harapan yang besar dari masyarakat akan kelanjutan hidupnya yang lebih baik dan menghasilkan pemimpin yang baik pula.
Pemilu di era modern seperti saat ini sangatlah kontras kondisinya dengan pemilu-pemilu sebelum zaman modern, di zaman modern seperti saat ini masyarakat sangat mudah dalam mengenali calon pemimpinnya melalui media, sementara di era sebelum modern cukup sulit masyarakat untuk mengenali calon pemimpinnya dikarenakan keterbatasan akses.
Pada proses sekarang, saat ini kita sedang dihadapkan dengan masa kampanye pemilu 2024, kita dapat melihat banyaknya baleho, spanduk, poster dll yang betebaran dimana-mana, selain itu di media social kita juga sangat mudah menemukan para calon yang melakukan sosialisasi ataupun memberitahu aktivitas kesehariannya.
Kita sebagai masyarakat saat ini juga sedang dipertontonkan dengan berbagai macam perdebatan dan isu-isu yang berkembang pasca debat Cawapres yang telah dilaksanakan beberapa hari silam. Maka sebagai masyarakat yang baik, yang mengutamakan persatuan tentunya harus bijak dan santun dalam menanggapi setiap isu atau perdebatan yang sedang hangat di masyarakat.
Sikap persatuan ini merupakan sikap yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia, persatuan juga merupakan salah satu hasil dari implementasi sikap moderasi.
Moderasi tersendiri menurut Dr. Muhammad Al-Farabi, M.Ag merupakan adalah suatu tindakan atau sikap yang mampu menjadi penengah (washith) dalam upaya penyelesaian persoalan antara kedua belah pihak atau lebih, sehingga persoalan itu menemukan solusi dan kedamaian dengan mereduksi potensi kekerasan atau keekstriman.
Jika merujuk pada pengertian diatas, moderasi adalah suatu sikap pertengahan yang dapat dimiliki oleh manusia setiap menghadapi suatu persoalan atau kejadian yang sedang berlangsung.
Maka dalam hal pemilu sikap tersebut sangat diperlukan untuk menahan kita dari prilaku-prilaku yang berlebihan yang dapat menyinggung hati seseorang sehingga menimbulkan suatu perpecahan.
Mengapa sikap moderasi menjadi penting menjelang pemilu 2024 ? karena di zaman modern yang saat ini serba digital, terkadang masyarakat sangat mudah di adu domba atau mendapatkan informasi hoax tentang calon yang sengaja disebarkan, hal tersebut terkadang menjadi bola panas ditengah masyarakat sehingga melunturkan nilai-nilai persatuan.
Nilai persatuan yang luntur terkadang dapat kita temukan disekitar lingkungan kita tinggal, hal tersebut terlihat disaat antar tetangga berbeda dalam menentukan pilihannya, dari perbedaan pilihan tersebut terkadang akan menimbulkan bekas sampai selesai pemilu terlaksana.
Maka jika sikap moderasi tertanam, kita tidak akan menemukan sebuah polemik yang berujung lunturnya persatuan, sebab orang yang memiliki sikap moderasi akan dapat menahan emosinya dan tidak mudah terpengaruh, orang yang mengutamakan sikap moderasi ditengah masyarakat akan cendrung memilih untuk damai dan tidak memaksakan kehendak meskipun berbeda pilihan dan orang yang selalu mengedepankan sikap moderasi tentu akan saling menghargai tentang perbedaan pilihan dan tidak mudah untuk menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sikap moderasi tersendiri juga sesungguhnya merupakan cerminan bangsa Indonesia, sebab jika kita melihat sejarah masyarakat Indonesia sangatlah majemuk dan saling menghargai perbedaan pendapat. Hal tersebut dapat kita lihat dalam butir-butir Pancasila, dimana Pancasila merupakan kepribadian bangsa Indonesia yang harus dipertahankan.
Maka menjelang pemilu 2024 mari kita sama-sama menyambut dengan gembira dan mengedepankan sikap moderasi sebagai upaya menyatukan masyarakat ditengah perbedaan pilihannya.
Oleh : Muhamad Arif Setiawan,S.Sos.,M.Ag













