Soroti Pemberitaan Viral Oknum Polisi Vs DC, K-MAKI Sumsel: Jangan Kredit Jika Tidak Mampu

Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (K MAKI) Sumsel, Feri Kurniawan

SUMSEL TERBARU – Viralnya pemberitaan terkait penusukan Debt Collector (DC) oleh seorang oknum aparat kepolisian di wilayah kota Palembang nampaknya terus menjadi perhatian publik serta mengundang berbagai pro dan kontra.

Bahkan, viralnya pemberitaan tersebut juga mengundang sorotan dari Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (K MAKI) Sumsel, Feri Kurniawan, Selasa (26/03).

Dikatakan Feri Kurniawan, permasalahan antara nasabah dan DC kerap terjadi di berbagai wilayah, tak terkecuali juga di kota Palembang.

Menurut Feri, bahwa sistem tersebut seharusnya telah memiliki aturan jelas, yakni penarikan yang harus melalui proses peradilan.

“Artinya tidak bisa DC dengan perusahaannya untuk melakukan penyitaan di tengah jalan. Kemudian DC juga seharusnya memiliki sertifikat yang ditunjukan,” kata Feri.

“Kalau apa yang dilakukan seperti dalam pemberitaan ini namanya preman jalanan yang diminta untuk melakukan penarikan,” tambahnya.

Namun, Feri juga menilai bahwa aparat kepolisian juga seharusnya mampu untuk menahan emosi.

“Namun kita tahu juga, apakah memang dalam proses tersebut ada ketersinggungan ataukah terdapat cara DC nya yang kurang baik,” ujarnya.

Masih dikatakan Feri, apa yang terjadi tersebut diharapkan mampu menjadi suatu pembelajaran sehingga tidak terulang lagi.

“Dan kita juga ingatkan untuk nasabah, kalau memang tidak mampu bayar kenapa harus kredit,” ucapnya.

Menurut Feri, jika memang seorang nasabah melakukan pengkreditan, khsusunya kendaraan, serta mengalami penunggakan kredit yang lebih dari 1 tahun, pihak leasing seharusnya dapat melakukan pemblokiran dengan bekerjasama langsung dengan pihak Pemerintah Daerah.

“Jadi pesan kami untuk masyarakat, jangan kredit jika tidak mampu,” tutupnya. (Eg4)