SUMSEL TERBARU – Dengan bertemakan “Sinergi industri dengan SMK, langkah pasti menuju sukses di masa depan”, kegiatan Job Fair 2024 yang digelar oleh SMKN 5 Palembang sukses digelar pada, Rabu (23/10) lalu.
Namun, kegiatan yang digelar tersebut nampaknya mengundang suatu tanda tanya yang mendalam bagi penggiat korupsi dari Komunitas Masyrakat Anti Korupsi (K MAKI) Sumsel.
Pasalnya, acara yang diikuti oleh kurang lebih 30 perusahaan dari berbagai sektor industri serta didukung oleh 10 sponsor yang turut mendukung kelancaran kegiatan tersebut dipertanyakan akan dampak ke depan bagi para siswa itu sendiri.
Dilansir dari media online Indo Merdeka, Kepala Sekolah SMKN 5 Palembang, Bambang Riadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa acara tersebut diikuti oleh 30 perusahaan dari berbagai sektor industri serta didukung oleh 10 sponsor yang turut mendukung kelancaran kegiatan.
Acara yang diadakan di lingkungan sekolah tersebut menarik lebih dari 500 pencari kerja, mulai dari lulusan SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Job fair ini, memberikan peluang besar bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan untuk langsung berinteraksi dengan perusahaan yang membuka lowongan.
Ia menekankan, bahwa pentingnya memiliki mental yang kuat dan sikap yang positif dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, salah satu kendala utama yang sering dihadapi para pencari kerja saat ini bukan kurangnya lowongan pekerjaan, melainkan lemahnya semangat atau tekad yang dimiliki oleh mereka.
“Banyak perusahaan mengatakan bahwa peluang kerja sebenarnya ada, namun pencari kerja saat ini cenderung kurang memiliki spirit dan sikap yang kuat untuk meraih kesempatan tersebut,” katanya dilansir dari media online Indomerdeka.com.
Menanggapi hal itu, Koordinator Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumsel, Boni Balitong mempertanyakan terkait dampak yang akan dirasakan oleh para siswa SMKN 5 Palembang itu sendiri usai lulus dari sekolah.
“Kami mendukung atas kegiatan itu. Tapi kami juga berharap acara Job Fair yang di adakan SMK Negeri 5 Palembang ini juga dapat bermanfaat bagi siswanya sendiri ketika lulus sekolah,” kata Boni Balitong.
Ia juga berharap, acara Job Fair yang di adakan SMK Negeri 5 Palembang tersebut tidak hanya sekedar acara seremonial guna menaikan Rating sekolah itu sendiri, namun juga benar-benar mempengaruhi penekanan angka pengangguran yang ada.
“Jangan sampai sering menggelar Job Fair tapi, tapi para alumni masih banyak yang pengangguran. Istilahnya ‘Ada udang di balik batu,” tegasnya.
Boni juga mengharapkan Pj Gubernur serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel untuk mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pihak sekolah (red).
“Hal itu harus mendapatkan apresiasi. Karena SMK Negeri 5 Palembang juga turut mendukung Pemerintah dalam menekan angka penganguran,” tutupnya. (***)













