News  

FITK UIN Raden Fatah Tingkatkan Kompetensi Guru melalui Seminar Ekoteologi

seminar bertajuk “Penguatan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi di Madrasah Kota Palembang” di Hotel Rid’s, Palembang, Sabtu (17/10/2026).
Seminar “Penguatan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi di Madrasah Kota Palembang” di Hotel Rid’s, Palembang, Sabtu (17/10/2026).

SUMSEL TERBARU – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah Palembang menggelar seminar bertajuk “Penguatan Pembelajaran Berbasis Ekoteologi di Madrasah Kota Palembang” di Hotel Rid’s, Palembang, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diikuti 142 peserta dengan dukungan 14 orang panitia.

Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui proses pembelajaran di madrasah.

Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang yang diwakili Wakil Rektor I, Prof. Dr. Munir, M.Ag. Turut hadir Dekan FITK UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Muhammad Fauzi, S.Ag., M.Ag., yang juga bertindak sebagai ketua panitia, Wakil Dekan III FITK, Dr. Mukti Ali, M.Pd.I., serta tim tenaga ahli DPR RI, Novi Iriansyah, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dekan FITK Dr. Muhammad Fauzi menekankan pentingnya penguatan pembelajaran berbasis ekoteologi untuk membangun kesadaran keagamaan sekaligus tanggung jawab terhadap lingkungan. Pendidikan madrasah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Novi Iriansyah, M.Pd., selaku tim tenaga ahli DPR RI, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penguatan kompetensi guru diperlukan untuk mendorong inovasi pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. H. Mohd. Iqbal Romzi, Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, dan Prof. Dr. Uswatun Hasanah, M.Ag., dosen Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAI NU) Sumatera Selatan.

Dalam pemaparannya, Mohd. Iqbal Romzi mengangkat tema “Ekoteologi sebagai Arah Penguatan Pendidikan Madrasah: Membangun Kesadaran Keagamaan dan Tanggung Jawab Ekologis.” Materi ini menyoroti pentingnya menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab manusia terhadap kelestarian alam.

Melalui pendidikan madrasah, kesadaran ekologis diharapkan dapat ditanamkan sejak dini. Guru memiliki peran penting dalam menghubungkan ajaran agama dengan persoalan lingkungan, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga terdorong melakukan tindakan nyata dalam menjaga alam.

Sementara itu, Prof. Dr. Uswatun Hasanah, M.Ag., dosen IAI Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan, menyampaikan materi mengenai pembelajaran berbasis ekoteologi di madrasah Kota Palembang.

Pembelajaran berbasis ekoteologi menjadi pendekatan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pendidikan lingkungan. Melalui pendekatan ini, proses belajar mengajar diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

Penerapannya dapat dilakukan melalui pembelajaran kontekstual serta pembiasaan positif di lingkungan madrasah, seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah, menghemat penggunaan air, dan merawat lingkungan sekolah. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui seminar ini, FITK UIN Raden Fatah Palembang berharap para guru dapat memperluas wawasan dan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan peserta didik. Penguatan ekoteologi di madrasah diharapkan mampu mendukung terbentuknya generasi yang memiliki pemahaman keagamaan, karakter positif, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Seminar ini sekaligus menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini, sehingga madrasah dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.(riandry)