SUMSELTERBARU – Di era modern ini, kegiatan perbankan seperti menabung, simpan pinjam, hingga transfer uang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Bank sebagai lembaga keuangan pun dituntut untuk memberikan pelayanan publik yang prima demi kenyamanan dan keamanan para nasabah.
Namun, kenyamanan tersebut tampaknya tidak dirasakan oleh Rivaldy Setiawan S.H., Ketua DPD PGK Ogan Komering Ilir, saat mengunjungi salah satu cabang Bank Sumsel Babel di Kayu Agung pada Kamis, 8 Mei 2025. Rival, sapaan akrabnya, mendatangi bank tersebut untuk mengurus buku rekening dan kartu ATM baru. Namun, ia justru menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelayanan.
“Saya datang untuk mengurus buku rekening dan ATM baru di Bank Sumsel Babel Kayu Agung. Tapi, saya melihat beberapa kejanggalan dalam pelayanannya,” ungkap Rival.
Rival mengungkapkan, kejanggalan pertama yang ia temukan adalah ketidakhadiran Customer Service (CS) dan teller di tempat pelayanan. Selain itu, ia juga menyaksikan adanya ketidakteraturan pada sistem antrean. Rival mengaku melihat seorang oknum satpam mengganti nomor antrean yang keluar dari mesin dengan nomor antrean miliknya sendiri.
Bank Sumsel Babel, yang dikenal sebagai bank besar di wilayah Sumatera Selatan dan sering menjadi pendukung acara pemerintah daerah Ogan Komering Ilir, dinilai belum mampu memberikan pelayanan yang transparan dan profesional.
“Jika kejadian ini tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin akan terjadi defisit nasabah. Saya berharap pihak Bank Sumsel Babel Kayu Agung dapat memberikan pelayanan yang lebih substansial dan transparan kepada publik,” tegas Rival.
Sebagai tokoh pemuda dan Ketua DPD PGK Ogan Komering Ilir, Rivaldy Setiawan S.H. menekankan pentingnya pembenahan pelayanan agar kepercayaan nasabah tetap terjaga.***













